admin admin - Desember 8, 2015

Pertunjukan Wayang Bocor; “Dimiscall Leluhur” telah sukses dipentaskan Di Gunung Kidul, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman

Pertunjukan Wayang Bocor; “Dimiscall Leluhur”  telah  sukses dipentaskan di empat kabupaten di D.I. Yogyakarta atas dukungan Dinas Kebudayaan Provinsi Yogyakarta.  Pentas keliling ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat pertunjukan wayang kulit kontemporer dengan tetap menghadirkan pakem tradisi dari wayang kulit tradisional. Selain itu juga memberikan hiburan yang bermanfaat untuk masyarakat dengan menghadirkan cerita sehari-hari yang berlangsung pada masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran masyarakat atas fenomena yang berlangsung.

Pertunjukan kali ini menghadirkan cerita yang diangkat dari peristiwa sehari-hari tentang relasi media dan kenyataan, bagaimana media mampu menggiring kenyataan. Juga perihal kenyataan relasi keluarga yang pelan-pelan berubah terdorong oleh kehadiran media. Pentas keliling ini bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat pertunjukan wayang kulit kontemporer dengan tetap menghadirkan pakem tradisi dari wayang kulit tradisional. Selain itu juga memberikan hiburan yang bermanfaat untuk masyarakat dengan menghadirkan cerita sehari-hari yang berlangsung pada masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran masyarakat atas fenomena yang berlangsung.

Pentas keliling yang berlangsung dari tanggal 26 hingga 30 November 2015 mendapat apresiasi cukup baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan antusiasme masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan berbondong-bondong menyaksikan pertunjukan Wayang Bocor. Bentuk wayang dan ide cerita yang tidak biasa menumbuhkan rasa penasaran masyarakat untuk menonton. Pentas keliling ini ditutup di Kab. Sleman, Ds Huntap Dongkelsari, Wukirsari, Cangkring pada 30 November 2015 dengan animo masyarakat yang cukup positif. Baik, tua, muda, remaja hingga anak-anak semua ikut menyaksikan. Jalan cerita yang mudah dipahami membuat banyak masyarakat terhibur. Tidak hanya di kab. Sleman, di tiga kabupaten yang lain, pertunjukan ini juga mendapat sambutan yang positif. Tiga kabupaten lain yang menjadi tempat singgah pentas Wayang Bocor adalah  Kab. Gunung Kidul, Ds. Pucung Malang, Semin pada 26 November, Kabupaten Bantul, Ds. Sanggrahan 2, Munthuk, Dlingo pada 28 November, dan  Kab. Kulonprogo, Ds. Dobangsan, Giripeni, Wates pada 29 November.

“Dimiscall Leluhur” adalah naskah yang sudah beberapa kali dipentaskan, baik di Jogja maupun luar kota. Jalan cerita yang kaya akan makna dan dapat menjangkau semua kalangan, barangkali hal tersebut yang menjadi salah satu faktor pertunjukan Wayang Bocor tidak pernah kehilangan penontonnya. Kedepannya, semoga Wayang Bocor terus bisa menghibur masyarakat dengan karya-karya baru serta lokasi pementasan yang bisa menjangkau masyarakat lebih luas.

Atas dukungan Dinas Kebudayaan Provinsi yang peduli dengan perkembangan kesenian di Yogyakarta, seluruh tim mengucapkan terimakasih.

Beberapa Foto Pertunjukan :

Related Posts